Language:

About Us

Latar Belakang

Asia Tenggara merupakan kawasan strategis secara geo-politik dan geo-ekonomi dengan sumber daya manusia yang besar. Terletak di antara persimpangan benua dan samudera, sehingga menjadi titik transit hubungan antar negara. Potensi alam yang melimpah berupa hasil hutan, pertambangan, pertanian dan kelautan membuat kawasan ini jadi sasaran perdagangan dan investasi global sejak ribuan tahun lalu.

Masyarakat Asia Tenggara memiliki akar budaya dan sejarah yang plural, antara lain berasal dari etnik Cina, India dan rumpun Melayu yang berpopulasi besar. Pertemuan budaya berlangsung secara damai sejak lama, sehingga membentuk identitas masyarakat yang majemuk dan bersikap terbuka serta toleran dengan segala bentuk perbedaan. Gejala itu terlihat dalam interaksi sosial antara kelompok etnik dan perkembangan demokrasi yang semakin matang.

Dengan potensi alam dan sumber daya manusia yang besar memungkinkan komunitas Melayu di kawasan Nusantara (i.e. Asia Tenggara) menjadi salah satu kekuatan penting di Asia dan berpengaruh di dunia pada umumnya. Pada tahun 2004, lembaga investasi global Goldman Sachs pernah mengungkapkan prediksi kebangkitan ekonomi negara-negara baru yang disebut BRIC (Brazil, Rusia, India dan China). Prediksi itu dilanjutkan dengan NEXT-11 pada 2005, yang menempatkan Indonesia, Malaysia, dan Filipina masuk dalam daftar negara maju pada dekade mendatang.

Prediksi itu mengungkapkan peluang yang harus dimanfaatkan seoptimal mungkin demi kemajuan bangsa di Asia Tenggara, dengan komunitas Melayu sebagai pionir perubahan. Prediksi itu juga menyiratkan tantangan besar yang harus dihadapi bangsa yang ingin maju, terkait dengan stabilitas politik dan keamanan serta harmoni sosial yang harus dipertahankan. Bangsa yang kuat dan maju pada akhirnya ditentukan kondisi kawasan yang aman dan kondusif. Karena itu, perlu dikerahkan inisiatif “Masyarakat Serumpun” untuk melakukan perubahan dan pembaharuan di segala bidang.
 

Tujuan

 
  1. Terbangunnya paradigma baru “Masyarakat Serumpun” yang maju, terbuka, demokratis dan sejahtera;
  2. Terciptanya forum lintas negara untuk pembaharuan masyarakat dalam berbagai bidang strategis;
  3. Memperkuat kapasitas kepemimpinan kaum muda dalam sektor bisnis, politik, sosial dan budaya.
 

Visi

“Paradigma Baru dalam Pengembangan Kepemimpinan Muda menuju Masyarakat Asia Sejahtera”.

 
Sifat Lembaga

1. Non-profit, seluruh kegiatan organisasi dimaksudkan untuk mencapai kemaslahatan umum, bukan mencari keuntungan pribadi/kelompok;
2. Non-partisan, seluruh program ditujukan untuk merangkul semua kelompok masyarakat tanpa diskriminasi;
3. Non-sektarian, seluruh gagasan yang dikembangkan bertujuan untuk membangun saling pengertian, bukan memunculkan eksklusivisme atau chauvinisme.


Keanggotaan

1. Terbuka
2. Individual
3. Sukarela